Rental Mobil Jakarta Pasca Pandemi Covid-19

Apa kabar rental mobil jakarta era pasca pandemi Covid-19? Pandemi merupakan momok yang menakutkan bagi setiap masyarakat. Pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas¹. Dalam sejarah dunia, kita pernah melewati bermacam-macam pandemi seperti cacar (variola), tuberkolosis, pandemi influenza 1918, pandemi flu 2009 ( H1N1 ).
Terbaru, pandemi yang baru saja kita alami yaitu pandemi korona virus 2019-2020 atau Covid-19 yang di sebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Covid-19 sangat berdampak terhadap tatanan hidup semua negara, terlebih seperti Indonesia yang notabene nya adalah negara berkembang.
Dari segi ekonomi, hampir semua sektor bisnis merasakan dampaknya, mayoritas perusahaan mengalami kesulitan finansial akibat pandemi tersebut. Salah satu sektor bisnis yang paling terdampak adalah transportasi.
Banyak pengusaha rental mobil Jakarta tidak mampu bertahan karena permintaan sewanya turun drastis. Sehingga pendapatan tidak cukup untuk meng-cover biaya dan beban operasionalnya.
Rental mobil jakarta era pra pandemi
Pada saat era pra pandemi atau sebelum pandemi, Jasa transportasi adalah sektor bisnis yang tergolong menjanjikan. Terlebih di kota dengan kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi seperti kota Jakarta.
Permintaan untuk rental mobilpun tergolong tinggi pasalnya kota Jakarta adalah ibukota sekaligus kota dengan pusat bisnis terbesar di Indonesia. Apabila kita menelusuri lebih jauh terkait bisnis transportasi di Jakarta pada era pra pandemi.
Maka kita akan melihat semakin bermunculan perusahaan baru yang memilih bisnis membuka rental mobil di Jakarta. Tentunya bukan tidak ada alasan kenapa semakin banyak perusahaan yang terjun kedalam bisnis transportasi ini.
Selain tingkat keuntungan yang menggiurkan, bisnis rental mobil juga menawarkan tingkat pengembalian modal yang lebih singkat.
Rental mobil jakarta era pandemi
Di era pandemi ini, tak sedikit juga penyedia jasa rental mobil yang beralih fungsi atau bahkan menutup usahanya karena mereka paling merasakan dampaknya. Pada awal sampai pertengahan masa pandemi, tantangan yang di hadapi mereka relatif sangat berat.
Dari segi permintaan misalnya, bisnis ini jelas mengalami penurunan pendapatan sangat signifikan karena permintaan jasa juga menurun drastis. Sebagai contoh, banyak mobil rental dengan status unit masih kredit terpaksa melakukan take over karena mereka telat atau tidak mampu bayar cicilan, akhirnya aset mereka juga lambat laun akan berkurang.
Kebijakan pemerintah dengan membatasi mobilitas masyarakat sangat berpengaruh pada permintaan jasa transportasi lainnya. Jasa transportasi seperti travel, bus dan angkutan umum, mereka paling merasakan imbasnya.
Terpaksa mereka harus libur atau berhenti beroperasi karena syarat untuk perjalanan sangatlah ketat sehingga orang tidak bisa bebas melakukan perjalanan, apalagi perjalanan lintas kota lintas provinsi.
Meskipun beberapa pengusaha memilih memaksa tetap bertahan di tengah gempuran pandemi, akan tetapi sebagian besar sektor bisnis ini tetap saja mengalami kerugian.
Rental mobil pasca pandemi
Penyedia jasa rental mobil sudah mulai bangkit meskipun belum sepenuhnya pulih. Mereka memulai tatanan bisnis dengan cara yang baru, semangat yang baru setelah mental mereka di gembleng selama pandemi.
Permintaan akan jasa transportasi sudah mulai naik, karena kebijakan mobilitas juga semakin longgar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Di bukanya beberapa destinasi pariwisata juga sangat berpengaruh terhadap permintaan akan rental mobil.
Berdasarkan dari salah satu pemilik rental mobil di kota tangerang mengatakan bahwa orderan sudah mulai meningkat meskipun belum pulih sepenuhnya. ” orderan minibuss seperti hiace dan elf sudah mulai normal, meskipun belum maksimal tapi paling ngga sudah ada kenaikan 60% lebih“. Tutur ajis, pemilik rental minibuss AG Trans ketika di tanya oleh tim tomtravelo.id.
Cara baru capai target penjualan
Kalau di kaji secara menyeluruh, pandemi ini sangat mengubah kultur perusahaan yang sebetulnya banyak sekali yang bisa kita manfaatkan. Sebagai contoh, karena selama pandemi kita menerapkan work from home dalam jangaka waktu lama, maka kita seolah sudah terbiasa bekerja dengan mengandalkan teknologi yang berbasis online.
Cara itu sudah menjadi suatu habbit dan faktanya bisa di terima dengan baik oleh beberapa kalangan. Malah justru lebih mengefisiensi sumber daya yang ada. Untuk melakukan marketing pengusaha cenderung menggunakan metode digital karena itu terbukti paling efektif untuk keperluan branding, promosi dan meningkatkan sales.
Konsumen cenderung mengandalkan gadget untuk mencari apa yang di butuhkan, baik melui penelusuran google, website, sosial media, online shop dll.
Untuk bisa survive, penyedia jasa rental mobil harus bisa cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Banyak penyedia jasa rental mobil yang gencar melakukan promosi melalui sosial media, website, dan menjadi mitra platform rental mobil seperti traveloka, trevo dll.
Pada akhirnya, untuk mempertahankan kualitas penjualan dan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas bisnis rental mobil konvensional di tuntut perlahan mulai beralih ke bisnis rental mobil yang berbasis online.
Tomtravelo.id menyadari bahwa target penjualan harus berorientasi dengan kepuasan pelanggan, kami selalu peka terhadap perubahan, kami juga selalu berinovasi agar layanan kami sesuai dengan apa yang di butuhkan oleh pelanggan. Untuk update seputar wisata jakarta terupdate kalian bisa juga mengunjungi artikel kami lainnya “pantai indah kapuk 2 terbaru“.
Source :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi
